Catatan Insinyur soal Ibu Kota Pindah ke Kalimantan

248
ibukota pindah ke kalimantan

Ibu kota negara rencananya dipindahkan dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Akan tetapi, ibu kota negara yang baru jangan sampai seperti Jakarta kedua.

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto menyampaikan agar rencana ibu kota pindah ke lokasi baru bisa menjadi cerminan masa depan Indonesia.

“Pertama saya katakan itu adalah keputusan politis, bukan teknis. Tapi seandainya kalau memang pindah kita hanya mau katakan bahwa nantinya jangan jadi sebuah ibu kota saja, bisa-bisa jadi Jakarta ke dua. Ibu kota baru harus jadi state of the art, bener bener jadi brand of Indonesia, gambarkan the future of Indonesia,” kata Heru pada hari Kamis (22/8/2019).

Dia menyatakan pembangunan infrastruktur harus menjadi perhatian utama. Lalu, sistem kelistrikan juga menjadi hal yang penting, jangan sampai ibu kota baru mengalami pemadaman seperti yang terjadi di Jakarta dan sebagian Jawa beberapa waktu lalu.

“Infrastruktur harus terbaik, listrik juga harus 3R reliable itu dapat diandalkan, robust itu tangguh, dan resilience itu ketahanannya bagus,” ungkap Heru.
Heru menekankan perencanaan tata kotanya harus menganut konsep smart city. Selain itu, dia kembali menegaskan agar ibu kota baru menjadi cerminan Indonesia di masa depan.

“Perencanaan tata kotanya, jalannya, harus smart city, harus benar-benar the future of Indonesia,” ungkap Heru.

 

Berita Lainnya  Siabos kenalkan aplikasi pintar untuk dukung UMKM dalam meningkatkan usahanya