Pertamina Dukung Program Konversi Kendaraan Listrik Pemerintah

416

Geliatnusantara.com – Komitmen pemerintah mengonversi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik berbahan bakar baterai (KBLBB) terus digalakkan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan, hal ini merupakan bentuk dorongan pemerintah mewujudkan penggunaan energi yang lebih bersih dan efisien.

“Kami mendorong Program KBLBB ini sebagai bagian dari transisi energi untuk mewujudkan penggunaan energi yang lebih bersih, efisien, mengurangi impor BBM, menghemat devisa serta dapat menghemat subsidi BBM,” kata Arifin belum lama ini.

Untuk mendukung program tersebut, PT. Pertamina (Persero) sesuai penugasan akan menyediakan fasilitas atau infrastrukturnya. Sehingga tidak ada kekhawatiran bagi masyarakat ketika hendak beralih ke kendaraan listrik.

“Hal ini dilakukan agar masyarakat yang sudah menggunakan kendaraan listrik lebih percaya diri karena charging station maupun battery swapping station-nya sudah tersedia, sehingga tidak ada kekhawatiran bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik,” kata CEO Subholding Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) Dannif Danusaputro dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (19/12/2022).

Disamping itu, Dannif mengatakan, bahwa saat ini Pertamina juga terus melakukan pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

“Pertamina sangat mendukung program konversi motor listrik. Hal ini sejalan dengan Pertamina yang saat ini tengah mengembangkan bisnis baterai untuk mendukung optimalisasi EV ecosystem, sehingga nantinya motor-motor listrik maupun motor yang dikonversi bisa melakukan swapping atau penukaran baterai. Ke depannya motor-motor listrik dan konversi dijualnya harus dengan menggunakan baterai terstandarisasi sehingga bisa di swapping,” tutur Dannif.

Untuk diketahui, target kendaraan listrik yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam dokumen Grand Strategi Energi Nasional dan Rancangan Net Zero Emission adalah sekitar 2 juta kendaraan listrik roda empat dan 13 juta kendaraan listrik roda dua pada tahun 2030.

Dengan demikian, hal ini akan menghemat kompensasi Pertalite Rp9,48 triliun/tahun, penurunan emisi CO2 sebesar 4,0 Juta Ton CO2, dan peningkatan konsumsi listrik 2,6 TWh/tahun, serta multiplier effect pada ekonomi sekitar Rp84 triliun.

“Kementerian ESDM telah menetapkan konversi motor BBM ke listrik sebesar 6 juta sampai tahun 2030 dengan manfaat mengurangi konsumsi BBM hingga 13,4 juta barel/tahun. Hal ini bisa menghemat kompensasi Pertalite Rp9,48 triliun/tahun, penurunan emisi CO2 sebesar 4,0 Juta Ton CO2, dan peningkatan konsumsi listrik 2,6 TWh/tahun, serta multiplier effect pada ekonomi sekitar Rp84 triliun,” pungkas Menteri Arifin.(LTY)