Lembaga PAUD Jemput Bola Pendaftaran Peserta Didik

347
Tidak Dibenarkan, Lembaga PAUD Jemput Bola Pendaftaran Peserta Didik
Plt Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar Menengah Kemdikbud, Dr Hamid Muhammad mengidentifikasi sejumlah lembaga disatuan PAUD yang sudah tidak sabaran untuk membuka sekolah dan segera melaksanakan kegiatan belajar pada Pembukaan tahun ajaran baru yang dilaksanakan pekan depan.

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar Menengah Kemdikbud, Dr Hamid Muhammad mengidentifikasi sejumlah lembaga disatuan PAUD yang sudah tidak sabaran untuk membuka sekolah dan segera melaksanakan kegiatan belajar pada Pembukaan tahun ajaran baru yang dilaksanakan pekan depan.

“Seminggu lagi tahun ajaran baru. Saya mendapat laporan dan mengidentifikasi sejumlah pengelola dan penyelenggara disatuan PAUD baik di TK, KB atau TPA yang sudah tidak sabar membuka kembali lembaganya padahal tidak berada di zona hijau. Saya tegaskan hal itu sangat tidak dibenarkan. Prioritas utama laksanakan Hak Sehat sedangkan hak lain termasuk Hak Belajar berikutnya. PAUD yang ada di zona hijau baru bulan November dibuka. Artinya sampai satu semester ini kegiatan masih Belajar dari Rumah,” ujar Hamid Muhammad ketika membuka webinar Internasional Pelaksanaan PAUD di Era New Normal di ASEAN yang diselenggarakan Direktorat PAUD dan SEAMEO CECCEP di Jakarta, Rabu (8/7).

Kegiatan yang difasilitasi Kedutaan Besar Finlandia until Indonesia dan Finlandway ini diikuti 6.240 peserta dari 11 Negara ASEAN. Pembukaan acara dilakukan Duta Besar Finlandia, Jari Sinkari. Pembicara yang tampil Direktur SEAMEO CECCEP, Edy Priyono, Direktur GTK PAUD, Dr Abdoellah, Direktur PAUD, Muhammad Hasbi.

“Saya juga mendapat laporan pada masa pandemi ini jumlah orangtua atau walimurid yang mendaftarkan anaknya ke satuan PAUD berkurang. Bahkan ada yang sudah mendaftar menarik diri lagi. Ini merupakan tantangan bagi penyelenggara, pengelola dan juga guru PAUD. Dalam sepekan ini harus dilakukan terobosan untuk jemput bola. Datangi kesetiap rumah yang ada anak usia PAUDnya. Prinsip utama pengelola jangan sampai ada anak PAUD tidak terlayani pendidikan. Meskipun dalam satu semester ini pembelajaran dilakukan dari Rumah,” kata Hamid.

Berita Lainnya  Ratusan Guru PAUD di Jakut Belajar Pemenuhan Nutrisi Sejak Usia Dini

Menurut Hamid, para pengelola dan guru PAUD dalam satu semester ini karena masih akan dilakuka  kegiatan BDR maka harus mempersiapkan Rancangan Program Pembelajaran (RPP). Buat RPP yang dibuat dengan melakukan komunikasi aktif antara guru dan orangtua. “Siapkan dalam satu semester ini RPP kemudian bagaimana strategi pembelajaran, materinya dan evaluasinya yang mengedepankan prinsip utama bermain dan pengasuhan yang edukatif  sambil belajar.  Komunikasi intensif antara guru dan orangtua harus banyak dilakukan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Duta Besar Finlandia until Indonesia, Jari Sinkari mengatakan pada bulan Agustus mendatang seluruh aktivitas pendidikan di negaranya termasuk PAUD sudah akan dibuka kembali dengàn mengikuti protokol kesehatan.

webinar Internasional Pelaksanaan PAUD di Era New Normal di ASEAN yang diselenggarakan Direktorat PAUD dan SEAMEO CECCEP di Jakarta, Rabu (8/7).

Dijelaskan pelaksanaan pendidikan awal Finlandia dirancang dengan  konsep belajar melalui permainan dengàn sistem pengasuhan dengàn penuh perhatian. Anak-anak Finlandia tidak diharuskan pergi ke sekolah sampai usia 6 tahun ketika pendidikan pra-sekolah dasar atau PAUD dimulai.

“Dalam masa era new normal yang dilakukan di Finlandia untuk siswa PAUD tentunya lebih kepada perlindungan kesehatan dan keselamatan. Orangtua bebas menghabiskan waktu untuk bermain, mengajar, dan menjalin ikatan bersama anak. Jika orangtua ingin memulai pendidikan anak lebih awal, sistem Finlandia menawarkan program pendidikan dan perawatan anak usia dini (ECEC) yang luas juga.

Program ini mengadopsi model “belajar melalui permainan” untuk mempromosikan “pertumbuhan seimbang,”. Eko