Di Bandung Barat Komunitas Matahati Terus Berbagi di Tengah Pandemi

1243
Di Bandung Barat Komunitas Matahati Terus Berbagi di Tengah Pandemi
Kepedulian Komunitas Matahati ditunjukkan dengan berbagai kegiatan sosial. Seperti secara rutin, tiga bulan sekali menggelar aksi donor darah.

Pandemic Covid 19 memang telah mengubah cara hidup, khususnya dalam hal berinteraksi dengan sesama.  meski telah memasuki tahap new normal,  kondisi masyarakat yang terdampak langsung dengan pandemic ini masih membutuhkan perhatian bersama. Hal ini lah yang memotivasi Komunitas  Matahati untuk terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak akibat pandemi ini. Komunitas  Matahati ini tumbuh dan berkembang atas inisiatif masyararakat di RW 20 Desa Cilame Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat.

Kepedulian Komunitas Matahati ditunjukkan dengan berbagai kegiatan sosial. Seperti secara rutin, tiga bulan sekali menggelar aksi donor darah. Kali ini kegiatan dornor darah ini bekerja sama dengan UTD (Unit Transfusi Darah) RS Cibabat pada 28 Juni lalu.  Kegiatan donor darah yang dilakukan secara rutin ini merupakan upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang pendingnya setetes darah bagi yang membutuhkan.

Di tengah pandemi antusias mereka yang ingin menyumbangkan darahnya masih cukup besar. Buktinya ada sekitar 100 orang pendonor darah yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. dari catatan Matahati mereka yang ikut berpartisiapsi menyumbangkan darahnya hanya berkurang 50 orang di saat pandemi.

Komunitas Matahati juga mengulurkan bantuan kepada anak-anak yatim piatu dan dhuafa yang akan  memasuki tahun ajaran baru pendidikan 2020/2021. Paket santunan yang diberikan pada mereka sebanyak 80 paket bantuan. 

Komunitas Matahati juga mengulurkan bantuan kepada anak-anak yatim piatu dan dhuafa yang akan memasuki tahun ajaran baru pendidikan 2020/2021.

Wakil ketua komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat Amung Makmur, berkesempatan untuk terlibat dalam kegiatan sosial yang dilakukan oleh Komunitas Matahati. Menurutnya  selain menghadapi virus Covid 19, saat ini perlu juga diwaspadai penyakit-penyakit menular lainnya. Seperti Cikungunya dan Demam Berdarah.

untuk itu ia berharap peran kominuas seperti Matahati dapat lebih mendorong edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan baik kesehatan pribadi maupun lingkungan. Termasuk juga, mengajak masyarakat untuk tetap secara rutin  mendonorkan darahnya.

Kegiatan sosial yang dilakukan Matahati di saat seperti ini memang penuh tantangan. Di satu sisi masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Di sisi lain harus tetap bisa menjaga protokol kesehatan. Seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan rajin cuci tangan. Dengan segala keterbatasan yang ada, komunitas ini masih bisa membantu dan berbagi dengan sesama.

Wakil ketua komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat Amung Makmur, berkesempatan untuk terlibat dalam kegiatan sosial yang dilakukan oleh Komunitas Matahati.

Dalam kesempataan ini Rika Gunardi Ketua Komunitas Matahati, memberikan semangat kepada anggota komunitas ini untuk terus menjaga kekompakan dan kerjasamanya. Seperti yang tersirat dalam pepatah sunda  ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salogak. yang mempunyai makna dibutuhkan kekompakan, serta visi yang sama dalam bekerjasama.