Hyundai Investasi USD 1 Miliar untuk Mobil Listrik

1158
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Maritim dan Investasi), Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, Indonesia akan menjalin kerjasama Investasi dengan perusahaan asal Korea, yakni Hyundai terkait Industri Mobil Listrik. Nilai investasi tersebut sekitar USD 1 Miliar lebih.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Maritim dan Investasi), Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, Indonesia akan menjalin kerjasama Investasi dengan perusahaan asal Korea, yakni Hyundai terkait Industri Mobil Listrik. Nilai investasi tersebut sekitar USD 1 Miliar lebih.

“Hyundai mau investasi kira-kira USD 1 Miliar di industri mobil listrik, di dekat Karawang (Jawa Barat) sana. Tanahnya sekitar 600 hektar,” kata Menko Luhut di Gedung MPR-DPR, Jakarta, Rabu (13/11).

Menurut Menko Luhut, kerjasama ini akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Pasalnya pada akhir November ini dirinya akan mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Korea untuk menemui Hyundai.

“Nanti 24 November ini berangkat, signingnya (penanda tanganan perjanjian) itu kira-kira mungkin tanggal 25 atau 26 (November),” ujarnya.

Untuk masuknya investasi dari pihak Hyundai sendiri, Menko Luhut mengatakan sesegera mungkin. Namun, Ia mengaku telah meminta pihak Hyundai agar nantinya menggunakan bahan baku dari Indonesia.

“Mereka sudah saya minta pakai bahan dari Morowali. Kemudian ban mobil, pesawat terbang, karet dari kita. Sekarang Dunlop, sudah. Jadi nanti semua mobil listrik yang diproduksi di Indonesia pakai karet ban dari karet kita,” pungkasnya.