Terminal Peti Kemas Pelindo Harus Mendorong Kontainerisasi di Indonesia

26

Lembaga pengkajian kemaritiman The National Maritime Institute (NAMARIN) berharap anak usaha PT Pelabuhan Indonesia yang bergerak di bidang terminal peti kemas, yaitu subholding PT Pelindo Terminal Petikemas atau SPTP, agar bisa mendorong kontainerisasi di Indonesia. Hal ini disampaikan menyusul dimulai pengoperasian TPK Makassar, TPK Makassar New Port, TPK Bitung dan TPK Ambon oleh SPTP.

Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi mengatakan, “Pengoperasian terminal peti kemas di Indonesia oleh satu entitas yakni PT Pelindo Terminal Petikemas akan berdampak positif pada kualitas pelayanan operasional terminal. Karena adanya standardisasi yang sama di setiap terminal peti kemas. Dengan standar layanan yang sama akan memudahkan perseroan dan pengguna jasa dalam memantau kinerja operasional setiap terminal peti kemas,” ujarnya Jumat (1/4).

Selain berdampak pada biaya, ditambahkannya, standardisasi pelayanan dan peningkatan kinerja operasional juga akan merangsang pertumbuhan arus peti kemas. Kualitas dan layanan yang baik akan menggerakkan para pemilik barang untuk mengubah pola pengiriman dari non-peti kemas menjadi peti kemas.

Adapun standardisasi dimaksud meliputi aspek digitalisasi bisnis proses, peningkatan kompetensi bagi pekerja dan juga TKBM, serta peningkatan kehandalan peralatan penunjang kegiatan terminal.

“Kolaborasi antara PT Pelindo Terminal Petikemas dengan para pelaku usaha juga dibutuhkan dalam mendorong kontainerisasi di Indonesia. Ambil contoh di Maluku. Di sana potensi perikanan cukup besar dan masih banyak menggunakan pengapalan non peti kemas, dalam hal ini menggunakan reefer. Itu berarti, bagaimana Pelindo dapat menangkap peluang dan potensi tersebut,” jelasnya.

Langkah yang bisa ditempuh Pelindo Peti Kemas, antara lain, dengan menyediakan reefer yang cukup untuk dipergunakan oleh pengusaha perikanan di kawasan Indonesia timur. Sehingga, saat mereka membutuhkannya, barang langsung ada. Hal ini memang menjadi bisnisnya pelayaran tetapi tidak ada salahnya dicoba. Namanya juga usaha, tutupnya.*(SP)

Berita Lainnya  Menteri Erick Harus Jauhkan BUMN Kemaritiman Dari Kegaduhan