SIAP LAYANI BANDUNG DAN SEKITARNYA, KEMENHUB HADIRKAN TRANS METRO PASUNDAN

38

Program Buy The Service (BTS) Teman Bus kini hadir di Jawa Barat. Mulai hari ini Senin (27/12), kehadiran BTS yang diberi nama Trans Metro Pasundan resmi melayani masyarakat Bandung dan sekitarnya.

“Untuk BTS Trans Metro Pasundan akan menjadi backbone bagi angkutan massal perkotaan di kota Bandung dan sekitarnya. Ke depannya tidak menutup kemungkinan ada aglomerasi Cirebon maupun Karawang akan kami siapkan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi pada kegiatan peresmian Trans Metro Pasundan di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju).

Trans Metro Pasundan akan melayani pada jam operasional mulai dari pukul  05.00 – 21.00 WIB dengan 85 unit bus yang siap melayani penumpang di 5 (lima) rute layanan yakni:

Koridor 1 (Bus besar, high entry, 18 unit, operator Damri) dengan rute:

Leuwipanjang – Soreang

Koridor 2 (Bus sedang, low entry, 18 unit, operator Big Bird) dengan rute:

Kota Baru Parahyangan (Padalarang) – Alun-Alun Kota Bandung

Koridor 3 (Bus sedang, low entry, 16 unit, operator Big Bird) dengan rute:

Baleendah – BEC

Koridor 4 (Bus besar, high entry, 12 unit, operator Damri) dengan rute:

Leuwipanjang – Dago

Koridor 5 (Bus besar, high entry, 21 unit, operator Damri) dengan rute:

Dipatiukur – Jatinangor (Via TOL)

Saat ini koridor yang sudah siap beroperasi yakni koridor 5 yang dilayani sebanyak 21 unit bus. Ukuran bus yang bervariasi pada sejumlah layanan Trans Metro Pasundan ini disesuaikan dengan rute trayek masing-masing agar perjalanan perjalanan penumpang terasa nyaman.

“Mudah-mudahan kegiatan flag off Trans Metro Pasundan yang akan kita siapkan 5 koridor ke depannya ini akan memperbaiki polusi udara dan mengurai kemacetan. Sebetulnya untuk Bandung dan Surabaya sedang kami upayakan menggunakan bus listrik di tahun 2022,” demikian disampaikan Dirjen Budi.

Berita Lainnya  Menhub Apresiasi Komitmen Jepang untuk Car Terminal Pelabuhan Patimban

Ia menyatakan alasan Pemerintah Pusat menghidupkan kembali angkutan massal perkotaan yakni salah satunya dipicu karena semakin banyaknya kendaraan pribadi yang dimiliki masyarakat.

“Kemampuan ekonomi masyarakat sekarang sudah semakin baik dan daya beli kendaraan bermotor cukup tinggi. Dampaknya di Kota Bandung misalnya pergerakan mobilitas masyarakat sangat tinggi dan menimbulkan kemacetan, termasuk di beberapa kota besar lainnya. Saat ini masih gratis, namun ke depannya kami sedang siapkan skema dengan tarif yang sangat terjangkau,” jabar Dirjen Budi.

Dirjen Budi juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah Jawa Barat sehingga Trans Metro Pasundan dapat hadir.

“Saya menitipkan program ini, karena sukses tidaknya adalah bagaimana peran serta pemerintah daerah. Perlu ada intervensi dari Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Kalau tidak ada intervensi akan lambat sekali perubahan perilaku masyarakat. Kami berharap dari Pemerintah Daerah ada semacam strategi untuk membuat ada perubahan dari masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi baik mobil atau motor,” ucap Dirjen Budi.

“Ada beberapa jenis intervensi yang dapat dilakukan Pemerintah Daerah yaitu program parkir yang semakin mahal dari segi harga, atau anak sekolah atau pegawai pemerintah diwajibkan menggunakan kendaraan umum pada hari tertentu. Atau dapat juga meniru kebijakan di Solo yaitu contra flow bagi angkutan umum. Sehingga masyarakat memperoleh efisiensi waktu jika berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya,” kata Dirjen Budi.

Dalam kegiatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan, “Pemprov Jawa Barat selalu fokus terhadap transportasi. Yang menjadi perhatian kita yang pertama adalah sarana dan infrastruktur. Pemerintah tidak berhenti berpikir tentang transportasi massal karena ada pikiran untuk mengatasi kemacetan dan polusi, artinya pemerintah pemerintah tidak berhenti berpikir untuk melayani masyarakat lebih baik.”

Berita Lainnya  Akses Klaim Asuransi Terluas di Indonesia

“Kami atas nama pemerintah dari sejumlah kabupaten/kota dan masyarakat mengucapkan _hatur nuhun_atas program Kementerian Perhubungan di wilayah Bandung Raya ini. Dengan ahrapan dengan adanya transportasi massal ini, masyarakat kecil dapat terbantu, dengan digitalisasi sekarang ini juga telah membantu kami, mudah-mudahan dapat mengatasi kemacetan di Bandung Raya dan mengurangi polusi,” pungkasnya. (HS/PTR/EI)(SP)