Jalanan sepi sepanjang Bendungan Tirta Shinta dahulu merupakan saksi bisu perjuangan anak-anak Desa Wonomarto dalam menempuh pendidikan untuk menggapai cita. Derasnya suara aliran air menjadi hiburan sekedar pelepas lelah. Kenangan indah itu terus terpatri di diri anak-anak desa Wonomarto di manapun kini ia berada.
Seiring berjalannya waktu Bendungan itu tak lagi sepi, setiap akhir pekan riuh rendah wisatawan meramaikan suasana. Bagi masyarakat Lampung Utara, kini Bendungan Tirta Shinta merupakan salah satu tujuan wisata andalan. Bendungan yang terletak di Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara ini dulunya hanya dimanfaatkan para petani untuk mengaliri sawah, perladangan, dan perkebunan. Namun setelah adanya Program Desa Mandiri maka bendungan tersebut di manfaatkan menjadi tempat wisata untuk meningkatkan potensi desa dan kesejahteraan masyarakat Desa Wonomarto.
Setelah melewati pembenahan dan pembangunan Bendungan Tirta Shinta menjelma menjadi obyek wisata yang mempesona dan makin diminati masyarakat Lampura sebagai tempat berlibur bersama keluarga dan sahabat.Berbagai fasilitas permainan atau game yang penuh tantangan dapat kita jumpai disini, seperti banana boat, naga, angsa gowes, motor ATF, dan flying fox. Sehingga Wisata Tirta Shinta Wonomarto menjadi pilihan berlibur yang pas bagi keluarga. Tempat ini juga cocok bagi wisatawan komunitas seperti karyawan perusahaan, dan para pegawai untuk kegiatan outbound.
Lokasinya tidak jauh dari pusat kota di Lampung Utara. Sarana jalan menuju lokasi pun relatif baik, sehingga pengunjung yang menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, ataupun angkutan umum tetap nyaman selama perjalanan.
Bendungan Tirta Shinta yang terletak di Desa Wonomarto ini memiliki lebar sekitar 250 meter dan panjang sekitar 2 kilometer. Bendungan tersebut merupakan pertemuan aliran tiga anak sungai, yaitu Sungai Mangris, Sungai Pringgondani, dan Sungai Jengkolan. Dahulu bendungan ini merupakan karya masyarakat dan TNI AL. Sebagian besar masyarakat Desa Wonomarto memang merupakan para transmigran TNI AL. Itulah sebabnya mengapa kini bendungan ini dikelola oleh tiga pihak yakni TNI AL, Desa Wonomarto, dan Pemkab Lampung Utara.
Bagi para pengunjung tidak usah khawatir dengan masalah keamanan karena faktor keamanan menjadi prioritas utama dalam pelayanan terhadap pengunjung. Warga dan para pedagang yang ramah serta bersahabat juga menjadi salah satu bentuk pelayanan yang disajikan pengelola. Sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan dan menikmati berbagai fasilitas wisata dengan tenang.














