Mendorong Kemakmuran Berkelanjutan

65

geliatnusantara.com – KENYATAAN bahwa pegiat lingkungan berada di dalam tiga kelompok pemikiran, tentu tidak dapat disangkal. Namun, kehadiran SETMAS – LPAS bukan untuk mempertentangkan, melainkan berada di tengah.

“Terobosan pemikiran terkait isu lingkungan terkini memang harus dilakukan,” kata deklarator Sekretariat Masyarakat Lingkungan Pembangunan, Sosial dan  Ekonomi (SETMAS – LPAS), Wisma Wardana, di Jambi, baru-baru ini.

Menurutnya, situasi pemikiran kelompok masyarakat lingkungan, kelompok pembangunan dan kelompok sosial ekonomi masyarakat yang secara terpisah sebenarnya saling membutuhkan (symbiosis mutulaisma). Namun sifat saling ketergantungan itu belum disadari secara penuh oleh ketiga pihak. Padahal ini sangat penting untuk menekan resiko-resiko dan dampak buruk dari ketiga kebutuhan tersebut.  

“Keseimbangan antara daya dukung lingkungan yang proporsional, pembangunan yang terus menerus serta upaya pemberdayaan masyarakat akan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan yang akan membentuk kemajuan masyarakat dan negara sebagai tujuan akhir untuk mendapatkan kemakmuran berkelanjutan,” katanya.

Deklarator SETMAS – LPAS, Wisma Wardana

Diskusi untuk mencapai kemakmuran berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa rencana dan intervensi  menyeimbangkan pelaksanaan ketiga kelompok tersebut secara bersamaan.

Untuk mulai memperhatikan dan melihat hambatan tercapainya proses tersebut, katanya, beberapa stakeholders mulai merespon pemikiran taktis untuk mengorganisir dan mengakumulasi gagasan merangsang pertumbuhan berkelanjutan terwujud di Provinsi Jambi maupun Indonesia.

“Prinsipnya, adalah jangan  memisahkan daya dukung lingkungan, pembangunan berkelanjutan dan peningkatan sosial ekonomi masyarakat,” katanya.

Keterlanjuran kerusakan lingkungan, ataupun pembangunan yang tidak memperdulikan kemajuan masyarakat secara sosial ekonomi, sudah semestinya disikapi dengan cepat.

“Mungkin saja, telah ada pihak yang berpikir tentang hubungan ketiganya. Dan, kami mengajak mereka untuk berpikir bersama-sama dalam kerangka berpikir yang di sini dianggap “baru” ini,” katanya.

Sebab, tidak ada waktu lagi untuk menunda. Karena lingkungan harus asri, pembangunan harus berjalan, dan masyarakat diuntungkan secara sosial ekonomi.

Berita Lainnya  Embung Rawa Sari Pasok Kebutuhan Air Baku Kota Tarakan

“Ini tugas kita bersama,” katanya. *** (SP-SETMA-LPAS)