Aksi Korporasi Antisipasi Karhutla Pascalebaran

610
foto: Istimewa (ditjenppi.menlhk.go.id)

Menjelang Idul Fitri merupakan saat yang tepat untuk bersilaturahmi. Bergembira karena telah menunaikan puasa sebulan penuh di Bulan Ramadan. Tapi khusus untuk jajaran  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) hari kemenangan tidak boleh membuat lengah. Kementerian pimpinan Siti Nurbaya Bakar itu wajib meningkatkan kewaspadaanya, karena pascaIdul Fitri 2021 memasuki musim kemarau. Oleh sebab itu, Menteri Siti mengingatkan sekaligus memerintahkan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan monitoring dan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Jangan ada persoalan karhutla,” ujarnya mengutip pesan Presiden dalam  Rapat Teknis Pemantapan Langkah Pencegahan sekaligus Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2021, Rabu (28/4/2021).

Peringatan itu memang patut dicermati. Faktanya data luas areal terbakar hingga Bulan Maret 2021 sudah lebih tinggi dari luasan kawasan areal yang hangus pada periode yang sama di tahun 2020. Ini tak bisa dipandang sebelah mata, mengingat saat ini  hampir 80 persen wilayah Indonesia masih cukup tinggi potensi hujannya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dwikorita Karnawati mengungkapkan waspada potensi karhutla kategori moderat dan tinggi pada bulan Juni – September 2021 terjadi di Provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Penanganaan dan antisipasi Karhutla perlu dukungan semua pihak. Termasuk perusahaan-perusahaan yang selama ini memanfaatkan sumberdaya hutan. Terkait hal itu  ada beberapa perusahaan yang telah mengantisipasi mencegah bencana kebakaran.

APRIL Group misalnya, melalui unit usahanya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), telah menyiagakan 2.275 firefighter terlatih yang tergabung dalam Fire Emergency Response Team (FERT) RAPP. Tim ini dipersiapkan untuk mengantisipasi terjadinya karhutla di wilayah operasional perusahaan.

FERT RAPP terdiri dari personel inti yang berjumlah 1.156 orang, anggota cadangan sebanyak 640 orang, dan anggota MPA sebanyak 480 orang. Tim itu dilengkapi berbagai peralatan, seperti pompa pemadam kebakaran dalam beragam jenis sebanyak 521 unit dan selang sebanyak 4.107 rol atau setara dengan 123 kilometer. Tim pemadam karhutla ini juga dilengkapi dengan helikopter, airboat, mobil dan motor patroli, drone, serta CCTV yang dipasang untuk memonitor area konsesi dan sekitarnya.

Berita Lainnya  Pentingnya Akses Menuju Titik Api

APRIL Group juga membangun Desa Bebas Api atau Free Fire Village Program (FFVP) yang merupakan program pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

PT Perkebunan Nusantara V atau PTPN V mengklaim sebagai salah satu perusahaan yang sukses menerapkan strategi pencegahan dan persiapan penanggulangan karhutla. “Selama 25 tahun kami mampu menjaga areal bebas bakar. Pertahankan itu. Seluruh insan PTPN V harus terus menjaga konsistensi bebas bakar PTPN V,” kata Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko K Santosa

Sejak awal berdiri pada 1996, PTPN V  berkomitmen menerapkan zero burning atau membuka lahan tanpa bakar, serta upaya penjagaan areal dan pola hidup karyawan beserta keluarganya sebagai kunci pertama pencegahan Karhutla.

Upaya lainnya yang juga terus dilakukan adalah  pencegahan seperti melaksanakan patroli rutin, jaga areal agar tidak sembarangan dimasuki pihak luar. Komitmen bebas bakar yang terbukti nyata tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang mengantarkan PTPN V juga mendapatkan pengakuan dari berbagai lembaga sertifikasi nasional maupun internasional.

Perusahan-perusahaan perkebunan dan pertambangan swasta lainnya juga telah mengantisipasi Karhutla sejak jauh-jauh hari. Bahkan diantaranya menyiapkan jalan untuk akses masuk tim pemadam kebakaran jika Karhutla terjadi. Sebab salah satu penyebab meluasnya Karhutla dalam waktu yang cepat, lantaran tidak ada akses jalan masuk ke hutan, bagi tim pemadam kebakaran.